Kuliner

Harmoni Tahun Kuda Api, Klenteng Eng An Kiong Gelar Festival Budaya Empat Hari

11
×

Harmoni Tahun Kuda Api, Klenteng Eng An Kiong Gelar Festival Budaya Empat Hari

Share this article
KULINER: Suasana Klenteng Eng An Kiong mulai meriah jelang Imlek dengan hadirnya kuliner di sana. (Foto: Sudutkota.id/GAN)

Sudutkota.id – Memasuki Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Klenteng Eng An Kiong Malang, kembali menegaskan perannya sebagai ruang akulturasi budaya di Kota Malang, melalui festival bertajuk “Harmony of Love & Prosperity”.

Klenteng bersejarah di kawasan Kotalama ini menggelar perayaan tersebut selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Februari 2026. Sejak hari pertama, antusiasme warga terlihat tinggi.

Area klenteng dipadati umat yang beribadah sekaligus masyarakat umum yang datang menikmati bazar UMKM serta beragam pertunjukan seni dan kompetisi.

Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan mengatakan perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena berdekatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

Konsep acaranya pun dikemas lebih sederhana sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim.

“Meski sederhana, semangat kebersamaan justru terasa lebih kuat. Kami ingin perayaan ini tetap meriah tanpa mengurangi nilai toleransi,” ujar Rudi Phan, Sabtu (14/2/2026).

Menurut penanggalan Kongzili, tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan kerja keras dan semangat yang menyala. Dia berharap simbol itu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk semakin giat dalam bekerja dan mempererat persatuan.

Festival ini juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 28 UMKM kuliner hingga produk kerajinan dilibatkan dalam bazar yang digelar di area klenteng Kegiatan ini terbuka untuk umum tanpa batasan.

“Keberadaan klenteng harus memberi manfaat lebih luas, termasuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Selama empat hari, pengunjung disuguhi beragam atraksi budaya yang memadukan tradisi Tiongkok dan Nusantara.

Pertunjukan Barongsai, Wushu, Tai Chi, hingga seni perubahan wajah Bian Lian menjadi daya tarik utama. Kolaborasi musik alat petik Pipa dengan Angklung, memperkaya nuansa lintas budaya.

Panitia Imlek juga menghadirkan workshop Yúshēng, tradisi meracik salad keberuntungan yang menjadi simbol kemakmuran dalam budaya Tionghoa. Selain itu, berbagai lomba digelar untuk anak-anak dan remaja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *