Sudutkota.id – Nahdlatul Ulama (NU) resmi menapaki usia satu abad pada Sabtu, 31 Januari 2026. Tonggak sejarah ini dinilai sebagai capaian istimewa, tidak hanya bagi warga nahdliyin, tetapi juga bagi perjalanan kebangsaan Indonesia.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batu, Suryo Widodo, menyebut usia 100 tahun NU sebagai bukti ketangguhan organisasi dalam merawat persatuan di tengah dinamika bangsa. Menurutnya, capaian tersebut bahkan melampaui usia Republik Indonesia yang belum genap satu abad.
“NU sudah berusia 100 tahun, sementara Indonesia sendiri belum sampai di angka itu. Ini menunjukkan konsistensi NU dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Suryo, Selasa, (3/2/2026).
Ia menilai NU memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial kebangsaan. Selama satu abad, NU dinilai mampu menjadi perekat di tengah keberagaman, sekaligus penyeimbang dalam dinamika sosial, politik, dan keagamaan.
“NU bisa mengayomi semua kalangan, baik mayoritas maupun minoritas. Peran inilah yang membuat NU penting dalam menjaga harmoni dan keutuhan Indonesia,” ujarnya Dirut Jatim Park 3 ini.
Di tingkat daerah, khususnya Kota Batu, Suryo menilai kontribusi NU telah berjalan optimal. Sinergi antara NU dan berbagai elemen masyarakat dinilai memberi dampak positif bagi stabilitas sosial.
“Di Kota Batu, peran NU sudah terasa dan berjalan baik. Tidak ada catatan khusus, karena kontribusinya nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.






















