Pendidikan

Anggaran APBD 2026 Digelontorkan, 19 SD Negeri di Jombang Akan Direhab

12
×

Anggaran APBD 2026 Digelontorkan, 19 SD Negeri di Jombang Akan Direhab

Share this article
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp1,8 miliar dari APBD 2026 untuk merehabilitasi 19 sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai kecamatan.
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp1,8 miliar dari APBD 2026 untuk merehabilitasi 19 sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai kecamatan.

Program ini digulirkan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan aman dan nyaman.

Pelaksanaan rehabilitasi sekolah tersebut akan dimulai pada Maret 2026, dan mencakup pembangunan serta perbaikan sejumlah fasilitas penunjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari, melalui Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Rhendra Kusuma, mengatakan bahwa rehabilitasi menyasar bangunan vital di lingkungan sekolah.

“Total ada 19 SDN yang akan direhab tahun ini, meliputi pembangunan hingga perbaikan fasilitas penunjang pendidikan,” ujar Rhendra, Minggu (1/2/2026).

Menurut Rhendra, rehabilitasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Kabupaten Jombang.

Sejumlah pekerjaan fisik yang direncanakan antara lain, pembangunan musala SDN Godong, Kecamatan Gudo. Pembangunan toilet di SDN Alang-Alang Caruban 2, Kecamatan Jogoroto.

“Pembangunan toilet SDN Sugihwaras 1, Kecamatan Ngoro, rehabilitasi perpustakaan di SDN Kaliwungu 2, Kecamatan Jombang dan SDN Ngoro 3, Kecamatan Ngoro,” ujarnya.

Selanjutnya, perbaikan pagar dan gapura SDN Godong, Kecamatan Gudo, rehabilitasi lapangan olahraga SDN Tampingmojo, Kecamatan Tembelang.

“Kemudian, rehabilitasi gedung serbaguna SDN Mojokrapak 2, Kecamatan Tembelangz dan rehab toilet di SDN Jatigedong 1, Kecamatan Ploso dan SDN Sepanyul, Kecamatan Gudo,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa uuntuk rehabilitasi ruang kelas, menyasar, SDN Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, SDN Tengaran 2, Kecamatan Peterongan, SDN Candimulyo, Kecamatan Jombang), SDN Ngoro 2 Kecamatan Ngoro.

“Selanjutnya SDN Karangan 1 Kecamatan Bareng, SDN Jarak 1 Kecamatan Jogoroto, SDN Ploso Kecamatan Ploso, SDN Sumbermulyo 1 Kecamatan Jogoroto, serta SDN Morosunggingan Kecamatan Peterongan,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu sekolah penerima manfaat, SDN Sepanyul, Kecamatan Gudo, mendapat program rehabilitasi toilet atau jamban sekolah yang kondisinya sudah lama rusak.

Kepala SDN Sepanyul, Heny Pujianto, mengungkapkan bahwa fasilitas sanitasi di sekolahnya memang membutuhkan penanganan serius.

“Ada empat bilik toilet siswa, satu toilet guru, dan dua toilet musala. Dari empat toilet siswa, dua rusak parah dan tidak bisa digunakan,” jelasnya.

Kerusakan tersebut, kata Heny, sudah terjadi sejak dirinya mulai bertugas sekitar tiga tahun lalu. Pengajuan rehabilitasi bahkan telah dilakukan sejak 2023 dan diajukan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Dua bilik toilet jelas kurang untuk siswa, sehingga terkadang siswa menggunakan toilet musala. Alhamdulillah, kami mendapat informasi akan direhab. Mudah-mudahan hasilnya nanti bagus,” harap Heny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *