Daerah

Longsor Jalur Malang-Kediri, Arus Lalin Terganggu

15
×

Longsor Jalur Malang-Kediri, Arus Lalin Terganggu

Share this article
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026) petang, memicu tanah longsor di sejumlah titik dan berdampak langsung pada jalur provinsi Malang-Kediri.
Normalisasi yang dilakukan petugas gabungan di jalur Malang-Kediri. (foto: Hadi to sudutkota.id)

Sudutkota.id – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026) petang, memicu tanah longsor di sejumlah titik dan berdampak langsung pada jalur provinsi Malang-Kediri.

Material longsoran sempat menutup badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat longsor terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Titik terdampak meliputi Dusun Talasan, Desa Sukomulyo, Jalan Raya Mantung, hingga Jalan Raya Bendosari yang merupakan bagian dari jalur strategis penghubung Malang-Kediri.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang berlangsung cukup lama. Tebing setinggi sekitar 30 meter dengan lebar 10 meter dan ketebalan material mencapai 3 meter runtuh ke arah jalan.

“Material longsoran menutup sebagian jalur provinsi Malang–Kediri sehingga arus lalu lintas sempat terganggu,” kata Sadono.

Selain jalur provinsi, akses jalan warga di Dusun Talasan juga tertutup material tanah. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Untuk mengurai kepadatan kendaraan, petugas di lapangan memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas di jalur Malang-Kediri,” tambahnya.

Sementara itu, alat berat dari Bina Marga Provinsi Jawa Timur telah diterjunkan guna membersihkan material longsoran.

“Penanganan difokuskan pada material batu yang posisinya masih dekat dengan badan jalan karena berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujar dia.

Selain itu, BPBD Kabupaten Malang juga masih membutuhkan tambahan alat berat, terutama untuk membersihkan longsoran di Dusun Talasan. Sejumlah peralatan manual seperti sekop, cangkul, dan gergaji telah disiagakan untuk mendukung penanganan darurat.

“Jadi, penanganan dilakukan secara terpadu setelah laporan awal diterima Posko BPBD Kabupaten Malang dan diteruskan ke Pos Lapangan Ngantang, UPT Bina Marga Provinsi Jawa Timur, serta Muspika Kecamatan Pujon,” tuturnya.

Perlu diketahui, dalam normalisasi ada beberapa unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Malang, Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Polsek Pujon, Babinsa, PMI, relawan, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *