Daerah

Bima Sakti XLVI A Ditutup, Danlanud Abd Saleh Pastikan Awak Pesawat TNI AU Siap Hadapi Kondisi Terburuk

14
×

Bima Sakti XLVI A Ditutup, Danlanud Abd Saleh Pastikan Awak Pesawat TNI AU Siap Hadapi Kondisi Terburuk

Share this article
Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A resmi ditutup. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS, memastikan awak pesawat TNI Angkatan Udara siap menghadapi kondisi terburuk dalam setiap penugasan operasi udara.
Peserta Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A TNI Angkatan Udara saat mengikuti simulasi bertahan hidup di perairan Bendungan Karangkates. (foto: sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A resmi ditutup. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS, memastikan awak pesawat TNI Angkatan Udara siap menghadapi kondisi terburuk dalam setiap penugasan operasi udara.

Penegasan tersebut tercermin dalam kehadiran Danlanud Abd Saleh pada upacara penutupan Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A yang digelar di Bendungan Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026).

Kehadiran pimpinan tertinggi Lanud Abd Saleh itu menjadi bentuk dukungan moril sekaligus perhatian langsung terhadap pembinaan kemampuan, mental, dan kesiapan operasional awak pesawat, khususnya personel TNI AU yang bertugas di satuan jajaran Lanud Abd Saleh.

Upacara penutupan latihan dipimpin oleh Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., selaku Inspektur Upacara. Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian latihan survival dasar yang telah dilaksanakan para peserta secara intensif, dengan aman, tertib, dan lancar.

Dalam amanatnya, Marsma TNI Ali Gusman menegaskan bahwa Latihan Survival Dasar Bima Sakti merupakan bagian krusial dari pembinaan kesiapan operasional awak pesawat TNI AU. Latihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan bertahan hidup saat menghadapi situasi darurat, seperti pendaratan paksa atau kondisi terisolasi di wilayah terbatas.

“Seluruh materi dan geladi medan yang dilatihkan disusun untuk memberikan pengalaman nyata di lapangan. Awak pesawat harus mampu bertahan, mengambil keputusan cepat, serta menjaga keselamatan diri dan tim dalam kondisi penuh keterbatasan,” tegasnya.

Latihan Bima Sakti XLVI A tidak hanya menguji fisik, tetapi juga ketangguhan mental, disiplin, dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tekanan situasi darurat.

Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi awak pesawat dalam mendukung keberhasilan operasi udara TNI AU. Selain menghadiri upacara penutupan,

Danlanud Abd Saleh juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan santunan kepada yayasan yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Aksi tersebut menjadi wujud kepedulian sosial TNI AU sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *