Peristiwa

Penemuan Mayat di Sungai Kali Pancir Jombang, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

8
×

Penemuan Mayat di Sungai Kali Pancir Jombang, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

Share this article
Petugas saat mengantar jenazah korban ke rumah duka. (Foto : Sudutkota.id/Polsek Mojowarno)

Sudutkota.id – Warga Dusun Grobogan, Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Kali Pancir, Rabu (21/1/2026) pagi.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak berangkat ke sawah sekitar pukul 06.30 WIB. Saksi sempat mengira benda yang mengapung di sungai tersebut adalah boneka.

Namun setelah didekati, saksi terkejut karena objek tersebut ternyata tubuh manusia dalam posisi tertelungkup. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Awalnya saksi mengira benda tersebut boneka. Setelah dicek lebih dekat, dipastikan itu jenazah manusia, lalu dilaporkan ke pemerintah desa,” ujar Kepala Dusun Sukorejo, Muhammad Bagus Firman, kepada wartawan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal di lokasi kejadian, korban diperkirakan memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja batik bermotif garis warna cokelat, celana pendek, serta cincin berwarna putih di salah satu jarinya.

Petugas juga mendapati busa keluar dari mulut korban serta luka lecet di bagian pelipis. Luka tersebut diduga akibat benturan benda keras saat korban terbawa arus sungai.

Sementara itu, Kapolsek Mojowarno AKP Soesilo mengonfirmasi bahwa identitas korban akhirnya diketahui setelah pihak keluarga mendatangi petugas.

“Korban bernama Arifin (38), warga Desa Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Pekerjaannya pencari barang bekas atau rosok,” kata AKP Soesilo.

Berdasarkan keterangan keluarga, Arifin dilaporkan hilang sejak Selasa sore setelah pamit untuk mencari barang bekas. Hingga malam hari korban tidak kunjung pulang, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di Sungai Kali Pancir keesokan harinya.

Terkait hasil pemeriksaan medis, AKP Soesilo menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil visum luar tidak menunjukkan adanya unsur penganiayaan. Luka lecet di pelipis diduga akibat benturan atau terseret arus sungai,” jelasnya.

Polisi menduga penyebab kematian korban berkaitan dengan kondisi kesehatan. Berdasarkan keterangan keluarga, Arifin memiliki riwayat penyakit epilepsi. Diduga penyakit tersebut kambuh saat korban berada di sekitar sungai, sehingga terjatuh dan tenggelam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *