Daerah

PMK Masuk Jombang, Puluhan Ekor Sapi yang Berada di 10 Kecamatan Terjangkit

58
×

PMK Masuk Jombang, Puluhan Ekor Sapi yang Berada di 10 Kecamatan Terjangkit

Share this article
Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali muncul pada awal tahun 2026.
Disnak Jombang saat lakukan upaya pencegahan PMK di pasar hewan. (foto : sudutkota.id/lok Apriyanto)

Sudutkota.id– Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali muncul pada awal tahun 2026.

Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang mencatat, sebanyak 28 ekor sapi terkonfirmasi terjangkit PMK yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, mengatakan, sebaran kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Jogoroto.

Meski demikian, sambung Saleh, jumlah kasus pada awal 2026 ini dinilai masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kasus PMK terbanyak ada di Kecamatan Jogoroto. Namun dibandingkan dengan awal tahun sebelumnya, angka ini masih jauh lebih rendah,” ujar Saleh, Jum’at (16/01/2026).

Ia merinci berdasarkan data resmi Disnak Jombang per tanggal 13 Januari 2026, beberapa wilayah di Jombang terdapat kasus PMK.

Seperti di Kecamatan Jogoroto terdapat 11 kasus, di Kecamatan Jombang, terdapat 3 kasus, di
Kecamatan Perak, terdapat 3 kasus, di
Kecamatan Bandarkedungmulyo, terdapat 2 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Bareng, terdapat 2 kasus, di Kecamatan Gudo, terdapat 2 kasus, di Kecamatan Sumobito, terdapat 2 kasus, di Kecamatan Kudu, terdapat 1 kasus, di Kecamatan Mojowarno, terdapat 1 kasus, dan di Kecamatan Peterongan, terdapat 1 kasus.

Untuk mencegah penyebaran PMK di Jombang semakin meluas, Disnak Jombang telah melakukan berbagai langkah pengendalian.

“Salah satunya dengan penyemprotan desinfektan secara rutin di pasar-pasar hewan serta terus menggencarkan program vaksinasi PMK,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penyemprotan desinfektan dilakukan setiap dua minggu sekali di sejumlah pasar hewan. “Penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,” terangnya.

Terkait penyebab munculnya kembali PMK, pihaknya menyebut ada beberapa faktor utama. Di antaranya karena kondisi cuaca yang memasuki puncak musim penghujan sehingga lingkungan menjadi lebih lembap dan mendukung perkembangan virus PMK.

“Selain faktor cuaca, masih terdapat ternak yang belum tervaksin PMK, terutama pedet. Ditambah lagi adanya pemasukan sapi dari luar Jombang yang riwayat vaksinasinya belum jelas,” tuturnya.

Untuk itu, ia mengimbau para peternak untuk segera melaporkan jika menemukan ternak dengan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kaki. Peternak juga diminta memisahkan ternak yang sakit serta aktif mengikuti program vaksinasi PMK yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *