Sudutkota.id – Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang dinarasikan sebagai dugaan tabrak lari hingga pembunuhan berencana beredar luas di media sosial dan menggegerkan publik. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Laksamana Caping pada Rabu (14/1/2026), yang diklaim terekam dari rumah pemilik akun.
Dalam rekaman itu terlihat seorang pejalan kaki tertabrak sepeda motor dari arah belakang. Melalui keterangan unggahannya, pemilik akun menduga peristiwa tersebut merupakan pembunuhan berencana dengan modus tabrak lari.
Dalam unggahan disebutkan, peristiwa terjadi di kawasan Jembatan Bandulan, Kota Malang, sekitar pukul 04.01 WIB. Korban disebut seorang perempuan lanjut usia yang tengah berjalan kaki pulang dari pasar dan dilaporkan dalam kondisi kritis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Menanggapi viralnya video dan narasi tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Eko Pras, Kamis (15/1/2026), menegaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan penelusuran.
“Petugas langsung menindaklanjuti unggahan itu dengan mendatangi korban di rumah sakit, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujar Eko.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian tersebut berlangsung di Jalan Raya Bandulan, tepatnya di depan Toko Berkat Kasih, Kota Malang, sekitar pukul 04.00 WIB. Korban diketahui berinisial AD (69), seorang ibu rumah tangga, warga Bandulan V/726, Kecamatan Sukun.
Polisi juga meluruskan isu tabrak lari yang terlanjur berkembang di masyarakat. Pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan justru menyerahkan diri secara sukarela ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota.
“Pengendara sepeda motor berinisial YO (27), bekerja di sektor swasta dan berdomisili di Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, datang sekitar pukul 20.00 WIB. Ia diantar oleh ibu kandungnya dan ketua RT setempat,” jelas Eko.
Sepeda motor yang dikendarai YO diketahui berjenis Honda Beat dengan nomor polisi N 3117 BAZ.
Dari hasil olah TKP dan keterangan sementara, kecelakaan bermula saat sepeda motor melaju dari arah timur ke barat. Pengendara diduga dalam kondisi mengantuk atau kurang konsentrasi sehingga kendaraan oleng ke kiri.
“Pada saat bersamaan terjadi kecelakaan lalu lintas dengan seorang pejalan kaki yang berjalan searah di bahu jalan,” terang Eko.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan sempat menjalani perawatan medis di RS TNI dr. Soepraoen, Kota Malang. Polisi menegaskan tidak ditemukan adanya indikasi pembunuhan berencana sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
Kepolisian memastikan penanganan perkara ini tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan tidak mudah mempercayai informasi di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Sementara itu, Safril Mawardi, pemilik akun Facebook Laksamana Caping, saat dihubungi Sudutkota.id menyampaikan bahwa unggahan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada publik terkait peristiwa yang terjadi.
Ia mengklaim, keberadaan rekaman CCTV yang diunggah melalui akun pribadinya justru membantu menjadi bukti awal bagi aparat berwenang dalam melakukan penyelidikan.
“Justru karena adanya rekaman CCTV itu, menjadi salah satu bukti awal terjadinya peristiwa kecelakaan tersebut,” ujarnya.
Terkait narasi dugaan pembunuhan yang sempat disampaikan, Safril menyebut hal itu merupakan asumsi awal pribadi.
“Soal adanya dugaan percobaan pembunuhan, itu kan masih dugaan. Jika ternyata salah, tidak masalah. Itu menjadi tugas kepolisian untuk menyelidiki dan memastikan peristiwa yang sebenarnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga korban mengucapkan terima kasih atas unggahan rekaman CCTV tersebut, karena peristiwa kecelakaan itu akhirnya dapat terungkap.






















