Sudutkota.id – Kegiatan Pengelolaan Dan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM ) oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang tuai protes warga dan dianggap kurang bermanfaat.
Hal itu disampaikan oleh salah satu warga kepada wartawan sudutkota.id saat berada di lokasi SPAM di Dusun Gimbuk, Sokobanah Laok.
“Ini kan pekerjaan yang tujuannya untuk peningkatan Sistem Air Minum ( SPAM ) Jaringan Perpipaan, masak gak ada perpipaannya? Kan tidak bisa dimanfaatkan mas,” tutur warga yang tak mau disebutkan namanya.
Pembangunan ( SPAM ) Jaringan Perpipaan “HIPPAM NURUL IMAN” yang berada di Dusun Gimbuk tersebut dianggap sebagai syarat memperkaya diri.
“Ini anggarannya besar, dan jelas terlihat sebesar Rp. 199.413.000,00 Tahun Anggaran 2025, namun tanpa perpipaan, apa jangan-jangan ini airnya juga gak ada,” lanjutnya.
Pekerjaan SPAM yang dikerjakan oleh Kontraktor CV. MITRA SAMPURNA tersebut, hingga kini masih belum bisa digunakan dan dianggap tidak bermanfaat oleh warga.
Sementara itu, Kepala PLT Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Siti Muatifah, saat dihubungi oleh Sudutkota.id by Whatssap tidak memberikan tanggapan hingga berita ini dikirim ke Redaksi.






















