Sudutkota.id- Mengawali tahun 2026 dengan semangat produktivitas, Bupati Jombang, Jawa Timur Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin melakukan peninjauan langsung terhadap hasil pembangunan infrastruktur jalan Kabupaten Jombang tahun anggaran 2025 di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Kabuh.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pengerjaan jalan sesuai standar teknis serta manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam agenda tersebut, Bupati Jombang Warsubi yang akrab disapa Abah Warsubi didampingi jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyisir empat ruas jalan prioritas, yakni Ruas Ploso – Munung, Ruas Mojogulung – Bangsri, Ruas Bangsri – Darurejo, dan Ruas Bawangan – Tanjungwadung.
“Harapan kami, seluruh ruas jalan di Kabupaten Jombang bisa dalam kondisi baik. Jika akses transportasi lancar, distribusi barang dan mobilitas warga menjadi lebih cepat, sehingga ekonomi rakyat bergerak lebih kencang,” ujar Abah Warsubi, Rabu (7/1/2026).
Kunjungan rombongan mendapat sambutan hangat saat tiba di Desa Bangsri, Kecamatan Plandaan. Puluhan siswa SMP Negeri 2 Plandaan dan siswa sekolah dasar setempat tampak antusias menyapa kehadiran Bupati Jombang.
Perbaikan jalan di wilayah tersebut dinilai membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Sejumlah wali murid mengaku kini lebih tenang saat mengantar anak ke sekolah karena kondisi jalan yang sudah mulus, aman, dan nyaman.
Manfaat pembangunan jalan juga dirasakan warga Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Warga menyebut jalan desa yang sebelumnya rusak parah, berlubang, dan becek atau dalam istilah lokal disebut jembrot kini telah berubah total.
Kondisi jalan yang mulus memudahkan warga mengangkut hasil pertanian ke pasar serta menunjang aktivitas sehari-hari tanpa hambatan medan yang berat.
Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak sekadar soal pengaspalan, tetapi juga menyangkut keselamatan, efisiensi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan akses jalan yang baik, diharapkan waktu tempuh antar desa semakin singkat, biaya logistik pertanian dan perdagangan menurun, serta keselamatan berkendara masyarakat Jombang semakin meningkat,” pungkas Abah Warsubi.






















