Sudutkota.id – Kecelakaan kerja tragis merenggut nyawa seorang kernet truk asal Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah kepalanya terlindas ban ganda truk saat melakukan perbaikan darurat di pinggir jalan, Jumat (2/1/2026) usai salat Maghrib.
Peristiwa tersebut terjadi di dekat Warung Lalapan Ayam Nelongso, Desa Sumberwaras, Kecamatan Lawang. Informasi awal kejadian ramai beredar di media sosial, salah satunya melalui grup Facebook Komunitas Arek Lawang Asli.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika knalpot truk yang ditumpangi korban terlepas. Truk kemudian berhenti di tepi jalan. Korban turun dari kendaraan dan diminta mencari tali untuk mengikat knalpot agar kendaraan bisa dipinggirkan dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Namun dalam proses perbaikan darurat tersebut, korban diduga berada di bawah bagian belakang truk. Sementara itu, pengemudi truk yang diketahui merupakan rekan kerja korban tidak menyadari posisi korban berada di bawah kendaraan.
Diduga terjadi kelalaian dan minim koordinasi saat perbaikan darurat dilakukan. Tanpa mengetahui keberadaan korban, truk kemudian bergerak. Akibatnya, ban ganda bagian belakang melindas kepala korban hingga menyebabkan korban mengalami luka fatal.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Salah satu pemilik akun Facebook bernama Alea Mamito Aufar, yang memposting informasi kejadian tersebut, membenarkan peristiwa itu. Dalam keterangannya disebutkan bahwa laporan kejadian diterima sekitar pukul 18.20 WIB.
“Betul. Korban MD. Laporan masuk pukul 18.20-an. Korban sudah dievakuasi oleh rekan-rekan PMI Kecamatan Lawang, selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSSA,” tulisnya.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Lawang kemudian melakukan evakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Kamar Jenazah RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait identitas lengkap korban maupun status hukum pengemudi truk. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor transportasi darat, khususnya saat melakukan perbaikan darurat kendaraan berat di badan jalan tanpa pengamanan dan prosedur yang memadai.






















