Sudutkota.id– Upaya penataan infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Selama tiga bulan terakhir, ratusan tiang internet semrawut di Jombang yang dinilai mengganggu estetika kota dan keselamatan pengguna jalan berhasil dibongkar.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang mencatat, sedikitnya 277 tiang internet dan kabel fiber optik (FO) telah ditertibkan di lima ruas jalan utama sejak Oktober hingga Desember 2025.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan penataan tersebut menyasar ruas-ruas strategis yang selama ini dipenuhi tiang dan kabel jaringan telekomunikasi yang berdiri tidak beraturan.
“Penataan kabel dan tiang fiber optik ini kami laksanakan di beberapa ruas jalan kabupaten dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Bayu, Jumat (19/12/2025).
Bayu merinci, penertiban tiang internet di Jombang dilakukan secara bertahap di lima lokasi, yakni, jalan Gubernur Suryo (7–23 Oktober 2025).
Kemudian, di jalan Kusuma Bangsa (16–20 Oktober 2025), jalan Pattimura atau Bupati R Soedirman (27 Oktober–11 November 2025).
“Selanjutnya di lalan Prabu Siliwangi (4–5 Desember 2025), dan terakhir jalan Cak Durasim (8–11 Desember 2025),” ujarnya.
Jumlah tersebut, kata Bayu, belum termasuk penertiban tiang fiber optik di kawasan yang terdampak proyek pelebaran jalan.
Menurut Bayu, penertiban tiang dan kabel internet ini dilakukan dengan perencanaan matang, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.
Selain langkah teknis, pendekatan nonteknis juga ditempuh agar proses berjalan lancar tanpa mengganggu layanan telekomunikasi masyarakat.
“Penataan ini bukan sekadar membongkar, tetapi menata ulang agar infrastruktur telekomunikasi tetap berfungsi optimal sekaligus tertib dan aman,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR Jombang berkolaborasi dengan para penyedia jasa telekomunikasi. Hasilnya, selain ratusan tiang berhasil dibongkar, sejumlah ruas jalan kini terlihat lebih rapi dan lapang.
Kabel yang sebelumnya menjuntai dan tiang yang berdiri terlalu rapat mulai tertata dengan baik.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan tata infrastruktur Jombang yang rapi, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Bayu.






















