Pendidikan

Polinema Gaet Warga Wringinsongo Kembangkan Energi Bersih dan Wisata Hijau Lewat Program InSAINTEK 2025

39
×

Polinema Gaet Warga Wringinsongo Kembangkan Energi Bersih dan Wisata Hijau Lewat Program InSAINTEK 2025

Share this article
Upaya membangun desa berbasis teknologi dan lingkungan digencarkan Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui gelaran Inovasi Sains dan Teknologi Terapan (InSAINTEK) 2025 pada Sabtu (15/11) di Gedung SerbagunaDesa Wringinsongo, Tumpang, Kabupaten Malang.
Kegiatan Inovasi Sains dan Teknologi Terapan (InSAINTEK) 2025.

Sudutkota.id– Upaya membangun desa berbasis teknologi dan lingkungan digencarkan Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui gelaran Inovasi Sains dan Teknologi Terapan (InSAINTEK) 2025 pada Sabtu (15/11) di Gedung Serbaguna Desa Wringinsongo, Tumpang, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang menyedot perhatian lebih dari seratus peserta dari berbagai unsur masyarakat, meliputi siswa SMP–SMA, guru, perangkat desa, Pokdarwis, karang taruna, serta warga Desa Wringinsongo ini menghadirkan pendekatan baru dalam literasi energi sekaligus memantik gagasan ekowisata di tingkat desa.

Ketua Pusat Riset Smart Green Energy (SGE) Polinema, Ferdian Ronilaya, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa edukasi energi terbarukan tidak bisa lagi berhenti pada ruang kuliah.

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat sains dan teknologi yang praktis, mudah diterapkan, dan relevan dengan kebutuhan desa,” terangnya. di hadapan peserta.

Ia menambahkan bahwa pemahaman energi bersih harus diperkuat sejak usia sekolah agar tumbuh generasi yang siap menghadapi tantangan krisis iklim.

Komitmen Polinema tersebut mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Wringinsongo, Heri Firmansyah, S.E., yang menyebut kegiatan ini sebagai gebrakan penting bagi warganya.

“Kolaborasi seperti ini membuat desa kami lebih siap dalam mengembangkan potensi alam dan energi. Kami melihat peluang besar untuk bergerak bersama,” ungkapnya.

InSAINTEK 2025 menghadirkan dua sesi diskusi yang membuka wawasan peserta. Dr. M. Akhlis Rizza, S.T., M.T., memaparkan bagaimana energi baru terbarukan, terutama tenaga surya, dapat menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola secara konsisten. Ia menjelaskan tantangan adopsi teknologi energi bersih namun sekaligus menunjukkan bahwa desa dengan potensi alam melimpah bisa menjadi pionir penerapannya.

Sesi berikutnya menghadirkan Ir. Budi Susilo dari Dinas Pariwisata Kabupaten Malang yang menyoroti potensi ekowisata sebagai motor pembangunan. Ia menekankan bahwa wisata edukatif berbasis lingkungan dapat memberi nilai tambah bagi desa.

“Ketika teknologi, budaya lokal, dan pariwisata berjalan beriringan, desa akan menjadi destinasi yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui program InSAINTEK, Polinema memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam mendampingi desa lewat riset terapan dan pengembangan kapasitas masyarakat. Program ini juga didukung Kemendiktisaintek melalui Ditjen Saintek dalam kerangka nasional “Semesta-Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains Teknologi Nusantara.” dan berharap keterlibatan aktif warga Wringinsongo menjadi langkah awal menuju desa yang mandiri energi sekaligus memiliki daya saing pariwisata berbasis keberlanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *