Sudutkota.id – Fraksi PKB DPRD Kota Malang menggelar tasyakuran atas keberhasilan menghantarkan Gus Dur mendapat penganugrahan gelar pahlawan Nasional. Tak itu, partai ini juga sukses memperjuangkan nama Marsinah dan Syehkona Kholil menjadi pahlawan nasional pula.
Hal tersebut disampaikan H Fatchullah selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Malang. Menurutnya, sebagai partai yang terlibat di dalam pemerintahan harus sadar bahwa dari masa ke masa pasti ada orang yang mau memperjuangkan sebuah keadilan. Seperti Syaikhona Kholil yang memberi pondasi kuat bagi lahirnya Nahdlatul Ulama.
“Kontribusi besar sang ulama menjadi alasan kuat bagi kader-kader PKB untuk terus menjaga nilai kebangsaan dan komitmen pada NKRI,” ungkap Fatcullah, Jum’at (21/11).
Terkait Marsinah, yang masih memunculkan perbedaan pendapat di tengah masyarakat.
Fatchullah menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan merupakan bentuk apresiasi negara. Pro-kontra menurutnya adalah hal lumrah.
“Gelar pahlawan itu bagian dari yang memberikan apresiasi yang sangat tinggi di Indonesia ya. Tetapi kalau PKB kemarin ya ziarah ke makamnya, datang ke keluarganya,” terangnya.
Ia juga menilai bahwa pelurusan sejarah terkait kasus Marsinah merupakan ranah nasional, namun PKB tetap memberikan penghormatan melalui ziarah dan kunjungan ke keluarga almarhumah.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Saniman Wafi, S.Tr.Par., dalam kesempatan yang sama mengatakan, tasyakuran ini merupakan inisiatif fraksi. Dimana ketiga nama usulan tersebut resmi menerima gelar Pahlawan Nasional.
“Kegiatan yang sebagai rasa syukur. Rasa syukur kami karena beliau-beliau ini adalah pahlawan dan inspirator bagi Partai Kebangkitan Bangsa,” ujarnya.
Saniman memaparkan nilai-nilai perjuangan tokoh-tokoh tersebut.
Pertama, Syaikhona Kholil yang memiliki peran menanamkan cinta tanah air, menjadi rujukan para ulama, dan memantik perlawanan santri terhadap penjajah.
Kedua, Gus Dur. Menurutnya, pendiri PKB sekaligus Presiden ke-4 RI itu berperan besar dalam menjunjung tinggi kemanusiaan, demokrasi, dan keberagaman.
Tak hanya itu, ia juga menyebut Marsinah sebagai pahlawan buruh perempuan yang berani menyuarakan kebenaran hingga akhir hayatnya.
Menurut Saniman, keberanian dan keteguhan sikap Marsinah menjadi pelajaran penting bagi para legislator dan aparatur pemerintahan.
“Beliau tidak memperdulikan dirinya, bahkan nyawanya sampai hilang. Menurut kami, tindakan beliau ini dalam menyuarakan kebenaran, harus benar-benar kita taladani ke depannya,” jelas Saniman.
Ketua Fraksi ini berharap nilai-nilai perjuangan tiga tokoh tersebut dapat menjadi pegangan bagi kader PKB dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.






















