Sudutkota.id – Sosialisasi Operasi Zebra Semeru 2025 di Simpang Empat Kepanjen berlangsung berbeda dari biasanya setelah Satlantas Polres Malang menghadirkan personel berkostum super hero untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.
“Kami ingin pendekatan yang lebih kreatif,” ujar AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.
Kostum robot hingga karakter Pokemon digunakan para personel untuk menyapa pengendara yang berhenti di lampu merah, sehingga suasana yang biasanya tegang berubah menjadi penuh tawa dan keakraban.
“Supaya masyarakat tidak merasa takut saat melihat polisi,” kata AKP Chelvin.
Aksi unik ini sontak menarik perhatian pengguna jalan, bahkan banyak pengendara yang mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
“Kami senang karena respons masyarakat sangat positif,” ucap AKP Chelvin.
Melalui cosplay ini, polisi berharap edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas bisa tersampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk anak-anak.
“Cara ini ampuh membuat pesan masuk tanpa paksaan,” tutur AKP Chelvin.
Selain menyapa, para polisi berkostum itu juga tetap memberikan peringatan secara humanis kepada pengendara yang belum mematuhi aturan, seperti tidak memakai helm atau berhenti melewati marka jalan.
“Kami tetap menegur tapi dengan pendekatan yang ramah,” jelas AKP Chelvin.
Operasi Zebra Semeru 2025 sendiri berlangsung sejak 17 hingga 30 November dengan fokus pada tindakan preemtif, preventif, hingga penegakan hukum yang mengedepankan etika pelayanan publik.
“Kami ingin menekan pelanggaran tanpa membuat masyarakat terintimidasi,” tegas AKP Chelvin.
Satlantas Polres Malang memastikan kegiatan sosialisasi kreatif seperti ini akan berlanjut selama operasi berlangsung agar kesadaran tertib lalu lintas dapat tumbuh dari diri masyarakat sendiri.
“Kami komitmen mengedukasi dengan cara yang menyenangkan,” pungkas AKP Chelvin.






















