Nasional

729 Ribu Kendaraan Serbu Tol Trans Jawa, Lonjakan Tembus 129 Persen di Arus Mudik Lebaran 2026

19
×

729 Ribu Kendaraan Serbu Tol Trans Jawa, Lonjakan Tembus 129 Persen di Arus Mudik Lebaran 2026

Share this article
Lonjakan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah di ruas Tol Trans Jawa mencatat angka signifikan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan, sebanyak 729.632 kendaraan bergerak menuju wilayah timur
Pantauan arus lalu lintas oleh Jasa Marga di Gerbang Tol Cikampek Utama.

Sudutkota.id– Lonjakan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah di ruas Tol Trans Jawa mencatat angka signifikan. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan, sebanyak 729.632 kendaraan bergerak menuju wilayah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama selama periode H-10 hingga hari H Lebaran (11–21 Maret 2026).

Angka ini melonjak drastis hingga 129,98 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang hanya mencapai 317.255 kendaraan.

Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, mengungkapkan bahwa peningkatan arus kendaraan juga terjadi secara harian. Ia mencatat 25.837 kendaraan melintas ke arah timur melalui GT Cikampek Utama melonjak 169,08 persen dibandingkan volume normal 9.602 kendaraan.

“Untuk menjaga kelancaran, kami bersama Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di KM 47 hingga KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/03).

Tingginya mobilitas masyarakat menuju wilayah timur masih terus berlanjut. Sebagai upaya mengurai kepadatan sekaligus memberikan insentif bagi pengguna jalan, PT JTT memberlakukan diskon tarif tol sebesar 23 persen di ruas Batang–Semarang sejak 12 hingga 31 Maret 2026. Di sisi lain, arus kendaraan dari wilayah timur menuju Jakarta justru mengalami penurunan.

Selama periode yang sama, tercatat 193.539 kendaraan melintas ke arah barat melalui GT Cikampek Utama, turun 36,12 persen dibandingkan volume normal sebesar 302.984 kendaraan.

“Lonjakan volume kendaraan juga terpantau di sejumlah gerbang tol utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, arus menuju Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 396.722 kendaraan atau naik 121,60 persen, sementara arus keluar Semarang justru turun 23,76 persen. Hal serupa terjadi di GT Banyumanik, di mana kendaraan menuju Solo meningkat 76,99 persen, sedangkan arah Jakarta menurun 12,68 persen,” papar Ria Marlinda.

Sementara itu di Jawa Timur, peningkatan lalu lintas terlihat di beberapa titik strategis. Di GT Warugunung, kendaraan menuju Surabaya naik 13,54 persen dan arah Jakarta melonjak 32,76 persen. Di GT Kejapanan Utama, arus menuju Malang meningkat 7,68 persen, sementara ke arah Surabaya relatif sstabil

“Adapun di GT Singosari, volume kendaraan menuju Malang cenderung stagnan, sedangkan arah Surabaya naik tipis 2,20 persen,” tuturnya.

Menghadapi tingginya arus kendaraan ini, PT JTT mengimbau para pengguna jalan tol untuk tetap mengutamakan keselamatan. Pengendara diminta merencanakan perjalanan secara matang, memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, serta mencukupi kebutuhan bahan bakar dan saldo uang elektronik.

“Untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time, masyarakat dapat mengakses layanan One Call Center Jasa Marga di 133 atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di perangkat iOS dan Android,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *