Daerah

146 Desa di Jombang Masuk Zona Rawan Bencana Hidrometeorologi

127
×

146 Desa di Jombang Masuk Zona Rawan Bencana Hidrometeorologi

Share this article
Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Bareng. (Foto: Sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Sebanyak 146 desa di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur ditetapkan masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi, terutama longsor dan banjir saat curah hujan tinggi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memperkuat kesiapsiagaan dengan mengerahkan seluruh elemen terkait menghadapi potensi bencana di musim hujan.

Bupati Jombang Warsubi menyampaikan hal tersebut seusai memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Alun-alun Jombang.

“Kegiatan ini untuk kesiapsiagaan kita karena saat ini curah hujan tinggi, ada anomali iklim, dan ini penting sekali agar semua pihak, termasuk BPBD, selalu siap siaga jika terjadi bencana,” ujar Warsubi, Sabtu 6 Desember 2025.

Warsubi mengungkapkan sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan lebih serius. Kecamatan Wonosalam dan Bareng menjadi daerah paling rawan longsor. “Hampir seluruh desa di Wonosalam memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujarnya.

Sementara kecamatan lainnya lebih rentan terhadap banjir akibat luapan sungai. “Kalau di Wonosalam hampir merata rawan longsor. Daerah lain terkait potensi luapan air,” jelasnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD Jombang, terdapat 146 desa yang masuk wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Seluruh desa di Kecamatan Wonosalam termasuk kategori rawan, sementara desa lain tersebar di sejumlah kecamatan. “Ada 146 desa yang rawan bencana,” kata Warsubi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Warsubi juga menyampaikan empati dan doa untuk korban banjir bandang serta tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, respon cepat, dan peningkatan kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan.

“Semua stakeholder harus sigap menghadapi bencana. Kesiapsiagaan dan koordinasi menjadi kunci agar penanganan cepat dan tepat,” tegasnya.

Pemkab Jombang mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila muncul tanda-tanda bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *