Sudutkota.id – Kasus Influenza A dilaporkan telah ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Tercatat hingga akhir Desember 2025, ada 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
Dan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus dialami oleh perempuan dan anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh Influenza A dan tetap meningkatkan kewaspadaan, meskipun Kementerian Kesehatan RI menyatakan situasi Influenza Tipe A di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding jenis influenza lainnya.
“Meski situasi nasional terkendali, kami tetap mengingatkan masyarakat Jombang untuk waspada. Dinas Kesehatan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, dan kesiapsiagaan sesuai dinamika yang ada di Kabupaten Jombang,” kata Hexa, Minggu 11 Januari 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.
“Gejalanya hampir menyerupai flu musiman, namun biasanya muncul secara tiba-tiba,” ujarnya.
Pihaknya merinci, beberapa gejala Influenza A yang umum dirasakan antara lain demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot dan sendi, sakit kepala.
“Serta pada beberapa kasus disertai muntah dan diare, yang lebih sering dialami anak-anak dibanding orang dewasa,” tuturnya.
Ia menegaskan virus Influenza A sangat mudah menular melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
“Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang tidak bersih,” paparnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya mengimbau masyarakat Jombang untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Seperti, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat diminta tetap di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk.
“Dan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi memburuk, seperti demam tinggi yang menetap atau sesak napas yang tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari,” pungkasnya.






















