Sudutkota.id– Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur menempatkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama pada tahun 2026.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang saat ini telah menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur jalan untuk segera dilelang.
Kebijakan percepatan lelang ini diterapkan guna menghindari pola keterlambatan yang kerap terjadi apabila proses pengadaan baru dimulai pada pertengahan atau akhir tahun anggaran.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoroadi, mengatakan satu proyek yang telah siap secara teknis untuk dilelang adalah peningkatan ruas jalan Mojolegi–Panglungan.
“Untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan, beberapa proyek akan kami dorong segera dilelang. Saat ini sudah ada satu yang siap, yaitu peningkatan jalan Mojolegi–Panglungan,” ujar Bayu, Minggu 4 Januari 2026.
Bayu menjelaskan, kesiapan proyek tersebut didukung oleh rampungnya seluruh dokumen perencanaan. Bahkan, pada awal Januari 2026 proyek tersebut sudah dapat memasuki tahap reviu sebelum proses lelang dilaksanakan.
“Dokumen perencanaannya sudah tuntas, sehingga awal bulan ini sudah bisa masuk tahap reviu,” jelasnya.
Terkait nilai anggaran, Bayu mengaku masih melakukan pengecekan ulang terhadap rincian biaya yang akan dialokasikan untuk proyek peningkatan ruas jalan Mojolegi–Panglungan.
Ia menegaskan, pada tahun 2026 Dinas PUPR Jombang memang memusatkan perhatian pada sektor infrastruktur. Dari total anggaran sekitar Rp 118 miliar, porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan sarana pendukung lainnya.
“Memang tahun ini fokus kami ada di infrastruktur. Dari total anggaran Rp 118 miliar, sekitar Rp 72 miliar dialokasikan ke sektor infrastruktur,” paparnya.
Dengan percepatan proses lelang sejak awal tahun, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap seluruh proyek infrastruktur jalan dapat direalisasikan tepat waktu, memiliki kualitas yang lebih baik, serta memberikan dampak langsung bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.






















