Internasional

25 Warga Palestina Tewas Saat Menuju Lokasi Bantuan di Gaza

165
×

25 Warga Palestina Tewas Saat Menuju Lokasi Bantuan di Gaza

Share this article
Sedikitnya 25 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika mereka sedang menuju lokasi distribusi bantuan di Jalur Gaza pada Minggu pagi (01/06) waktu setempat.
Warga Palestina membawa paket bantuan berisi makanan dan paket bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu, 1 Juni 2025. (foto: AP News/Abdel Kareem Hana)

Sudutkota.id– Sedikitnya 25 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika mereka sedang menuju lokasi distribusi bantuan di Jalur Gaza pada Minggu pagi (01/06) waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi jumlah korban tewas, termasuk dua perempuan. Insiden terjadi sekitar satu kilometer dari lokasi bantuan yang dikelola oleh sebuah yayasan kemanusiaan yang didukung Israel.

Menurut beberapa saksi, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan. Sejumlah orang yang berada di lokasi menyebutkan tembakan berasal dari beberapa sumber, termasuk tank dan drone.

Namun militer Israel, dalam pernyataan singkat, mengatakan sedang meninjau laporan tersebut dan hingga kini belum menemukan adanya korban akibat tembakan pasukan mereka di lokasi distribusi.

“Saat ini tidak mengetahui adanya cedera yang disebabkan oleh tembakan (militer Israel) di lokasi distribusi Bantuan Kemanusiaan. Masalah ini masih dalam peninjauan,” tulisnya dalam rilisan pernyataan singkat seperti dikutip dari AP News.

Sementara itu, yayasan yang bertanggung jawab atas distribusi bantuan menyatakan bahwa mereka telah mengirimkan 16 truk bantuan pada Minggu pagi tanpa gangguan dan membantah laporan mengenai kekacauan atau penembakan di sekitar lokasi mereka. Mereka menambahkan bahwa pasukan keamanan swasta yang menjaga distribusi tidak melepaskan tembakan.

Sejumlah warga mengatakan bahwa sebelum insiden, pasukan Israel memerintahkan mereka untuk membubarkan diri dan kembali kemudian. Namun, ketika kerumunan mencapai titik tertentu, saksi mata mengatakan tembakan terjadi, mengakibatkan korban tewas dan luka-luka.

“Ada tembakan dari segala arah, dari kapal perang angkatan laut, dari tank dan drone,” kata Amr Abu Teiba, yang berada di antara kerumunan.

Ia mengatakan ia melihat sedikitnya 10 mayat dengan luka tembak dan beberapa orang lainnya yang terluka, termasuk wanita. Orang-orang menggunakan kereta dorong untuk mengangkut korban tewas dan terluka ke rumah sakit lapangan.

“Pemandangannya mengerikan,” sambungnya.

Saksi mata lainnya, Ibrahim Abu Saoud, memberikan keterangan yang hampir sama. Ia mengatakan militer melepaskan tembakan dari jarak sekitar 300 meter.

“Banyak orang dengan luka tembak, termasuk seorang pemuda yang meninggal di tempat kejadian. Kami tidak dapat menolongnya,” terangnya.

Reporter Associated Press yang berada di rumah sakit lapangan Palang Merah menyaksikan puluhan orang luka-luka dirawat, termasuk perempuan dan anak-anak. Sejumlah korban tewas dan terluka dibawa menggunakan kereta dorong ke rumah sakit terdekat.

Insiden ini terjadi di tengah sistem baru distribusi bantuan yang dikembangkan Israel dan didukung AS, dengan tujuan mencegah penyalahgunaan bantuan oleh Hamas. Namun, lembaga-lembaga PBB dan kelompok kemanusiaan besar menolak sistem ini karena dianggap membatasi akses bantuan dan memaksa warga berpindah ke lokasi distribusi, meningkatkan risiko pengungsian massal.

Sejak dimulainya konflik pada Oktober 2023, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 54.000 korban tewas. PBB dan lembaga-lembaga kemanusiaan telah memperingatkan risiko kelaparan dan kesulitan besar dalam mendatangkan bantuan bagi sekitar dua juta warga Gaza yang terdampak. (kae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *